Showing posts with label Ilmu Syar'i. Show all posts

Untaian Faidah Kajian Adabul Isyroh

Selepas Maghrib sampai adzan Isya , Ustadz Irfan hafidhohullah memberi kajian kitab Adabul Isyroh (Adab - adab Pergaulan) di masjid Darul Arqom.Melihat banyaknya faedah yang tersampaikan begitu berharga , maka kami merasa perlu menuliskan ringkasan faedah yang tersampaikan tadi.
Berikut ini faedah yang bisa kami tuliskan :
  1. Hendaknya kita menjadi insan yang selalu memenuhi janji kita kepada setiap orang yang pernah kita beri janji.Denganmemenuhi janji kita terhindar dari tasyabbuh bil munaafiq dan permusuhan antar kawan.
  2. Dalam memilih teman  hendaknya memilih teman yang berwibawa dan bisa membuatmu malu jika kamu berbuat yang tidak patut di hadapannya. Jika kita memilih teman yang kita tidak malu berbuat yang tidak patut di hadapannya  pertemanan ini tidak meningkatkan kadar kita.
  3. Ali karamallohu wajhah berkata : " Hidupkan rasa malu dengan bergaul bersama orang yang bisa membuat kamu malu darinya."
    Penyebutan karamallohu wajhah secara khusus pada gelar Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhu perlu ditinjau ulang karena tidak ada dalil khusus tentang itu.Bisa jadi pula penamaan ini datang dari syiah rafidhoh.
  4. Hendaknya dalam bersahabat harus didasari niat ikhlas.
  5. Keikhlasan dalam persahabatan diwujudkan dengan mengutamakan maslahat sahabatnya daripada menuruti semua kemauan sang sahabat.
  6. Umumnya, semakin dekat dan akrab hubungan akan semakin sungkan dalam melakukan nahi mungkar.
  7. Meninggalkan gangguan dan celaan orang bodoh pada kita.
  8. Di antara bentuk celaan dan omongan orang bodoh adalah mencela dan menjatuhkan ulama.
  9. Perkataan Rabi' bin Khutsaim rahimahullah : Manusia ada dua jenis.Pertama, orang mukmin yang tidak boleh diganggu. Yang kedua, orang bodoh yang tidak boleh diladeni.
  10. Termasuk adab dalam pergaulan adalah memberikan yang terbaik dari pergaulan kita pada sahabat kita.
  11. Di antara bentuk adab yang baik dalam berteman adalah mau menasehati dalam kebaikan dan memanggil dengan nama yang baik.
  12. 3 nasehat Umar bin Khattab radhiyallahuanhu dalam melanggengkan pergaulan : menebar salam , melapangkan tempat dalam majelis , dan memanggil temannya dengan panggilan yang baik.
  13. Bentuk panggilan yang baik adalah memanggil dengan kunyah (abu atau ummu).
  14. Hendaknya ahlu bid'ah jangan dipanggil dengan kunyah untuk menghinakan.
Itulah faidah - faidah yang bisa ana tulis dan sampaikan.Dalam taklim itu adalagi faedah terbesar yang ana dapatkan dalam pemandangan yang ana saksikan. Ustadz kami, Abdul Lathif hafidhohullah, ikut duduk di barisan mustami'in peserta taklim.Itu adalah kali kedua beliau duduk dalam barisan pendengar.Yang pertama adalah tatkala beliau ikut taklim ana membahas Riyadhush Sholihin hari Kamis. Padahal beliau adalah ustadz yang empat tahun belajar di Fyush, murid syaikh Abdurrahman Al Adeni hafidhohullah.Ini memberikan faedah bahwa kita dilarang gengsi dalam mengambil ilmu.Selama yang menyampaikan salafy yang manhajnya bagus dan mempunyai dasar dari ilmu yang dia sampaikan, kita ambil ilmunya walaupun mungkin kadar ilmu kita lebih tinggi dari dia. Barangkali ada faedah baru yang tidak kita dengar sebelumnya.Minimalnya,kita bisa dapat ketenangan duduk di majelis ilmi dan janji sholawat dari malaikat.

Wallahul muwaffiq ila sabiilil mustaqiim.

Akhukum,

Abu Mas'ud Jarot Al Majitaani
Thursday, March 20, 2014
Posted by Unknown

Setan Itu Musuh Yang Nyata Bagimu


Selayang Pandang terhadap Tipu Daya Setan Bangsa Jin

Sesungguhnya merupakan amalan yang dituntut oleh tiap muslim bagi dirinya adalah menyadari bahwa setan adalah musuh yang mengintai setiap waktu. Allah Ta’ala menjadikan setan bangsa jin sebagai ujian yang pasti bagi hambaNya yang beriman.

Maka merupakan amalan yang mulia dengan mencurahkan kemampuan yang ada pada diri kita untuk menanggulangi berbagai bentuk gangguan yang ada, mulai tipu dayanya,was-was darinya, kesurupan,dan sejenisnya. Menyelamatkan setiap hambaNya yang beriman dari gangguan jin dan setan,terkhusus maker iblis la’natullah alaihi adalah amalan para rasul terdahulu.Dan ini pula termasuk salah satu tujuan mereka alaihimussholatu was salam diutus.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam Majmu Fatawa juz 19 /56-57:

“Yang demikian ini merupakan usaha yang afdhol dilakukan,dan merupakan amalan nabi–nabi terdahulu dan orang–orang sholihnya. Sesungguhnya para nabi dan orang–orang sholih senantiasa melawan setan dan menolaknya dari sekeliling bani Adam sesuai tuntunan Allah ta’ala dan RasulNya,”

Dan begitu banyaknya ayat Al Qur’an yang dating memperinci makar mereka–setan bangsa jin–satu persatu.Dan dating pula dari petunjuk nubuwwah rangkaian ucapan pilihan yang menerangkan bentuk maker dan cara penanggulangannya.

Maka dalam artikel ini maupun yang akan datang –insya Allah, penulis akan membawakan secara ringkas dan khusus mengenai was–was dan gangguan setan bangsa jin. Karena inilah yang umum terjadi dan jarang diketahui.

Berkata Syaikh Muhammad Al Imam dalam Muqodimah Kitab Inqodhul Muslimin:“Dikarenakan was–was dari setan bangsa jin itu benar benar ada. Gangguan iblis yang dalam bentuk samar(was–was) ini sulit bagi seseorang menyadarinya di awal waktu dan barulah mereka tahu setelah berefek lebih jauh dalam membahayakan diri mereka.”

Maka hendaknya,kita persiapkan diri kita untuk mengetahui makar musuh kita ini. Kita harus kenali bentuknya, sebabnya, karakteristiknya, penangkalnya, sekaligus mengetahui penawar dari gangguan akutnya.

Setan itu Seburuk buruknya Makhluk

Perlu kita ketahui bahwa manusia itu diciptakan dalam keadaan  yang mulia.

Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ [٩٥:٤]

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tiin: 4)

Berfirman pula  Allah Ta’ala tentang kemuliaan bapak kita Adam alaihissalam:

وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ [٧:١١]

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.” (QS. Al-A’raf: 11)

Dengan kemuliaan yang Allah berikan kepada manusia, Allah Ta’ala telah memberi bekal awal baginya untuk menangkal serangan setan, seburuk buruk makhluk.Belum lagi diutusnya para rasul merupakan nikmat yang Allah berikan untuk menolong manusia dari maker musuh–musuh Allah itu. Maka,bagaimana pendapat anda terhadap mereka yang masih terperdaya?

Mengenai hina dan buruknya setan bangsa jin,begitu banyaknya dalil yang menunjukkan jelek dan lemahnya mereka.Di antaranya :

1. Mereka adalah sumber kejahatan.

Allah berfirman dalam Al-falaq ayat 1-2:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Katakanlah"Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya,”

Berkata Syaikh Muhammad Al Imam hafidzahullah tentang ayat ini:

“Telah menafsirkan para ulama tentang ayat ini bahwa yang dimaksud adalah Iblis dan anak cucunya.Ayat ini mengandung permintaan perlindungan pada semua kejelekan,dan semua kejelekan sumbernya adalah mereka pertama kalinya.” (Inqodhul Muslimin hal 10)

2. Mereka adalah pembangkang dan jauh dari kebaikan.

Allah berfirman :

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ [٢٠:١١٦]

Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang.” (QS. Thoha: 116).

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ [٢:٣٤]

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. Al Baqarah: 34)

3. Iblis itu bodoh tetapi sombong

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ. قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".

(QS. Al A’raf:12-13)

4. Iblis terlaknat hingga yaumul kiamat

Allah berkata kepada Iblis :

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ. وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ

Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk. Dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat." (QS. Al Hijr: 34–35)

Maka dari itu, dengan keadaannya yang jelek, jahat, dan terkutuk inilah dia diberi Allah Ta’ala penangguhan waktu untuk mengerahkan anak turunnnya menyesatkan bani Adam.

Tipu Daya Setan itu Lemah

Wajib bagi kita waspada dan tidak gentar terhadap tipu daya setan bangsa jin. Serumit apapun tipu daya yang mereka buat, sungguh itu adalah sarang laba–laba yang mudah dikoyak bagi orang–orang yang dirahmati Allah. Maka ketahuilah, tipu daya setan itu lemah.Allah berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا [٤:٧٦]

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” (QS. An Nisa: 76)

Kelemahannya jelas.Tipu daya mereka tidak akan ada hasilnya tanpa kehendak Allah.Was–was yang mereka berikan tidak membahayakan tanpa ijin Allah.Setan itu tidak berkuasa atas apapun.Jika seorang itu bertawakkal pada Allah ,meminta perlindungan pada Allah,setan tak bisa berbuat apa apa.

Rasulullah shalallahu alaihiwassalam bersabda :

“Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu ia berzikir kepada Allah saat masuknya dan ketika hendak menyantap makanannya, berkatalah setan, “Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam.” Bila ia masuk rumah dalam keadaan tidak berzikir kepada Allah ketika masuknya, berkatalah setan, “Kalian mendapatkan tempat bermalam.” Bila ia tidak berzikir kepada Allah ketika makannya, berkatalah setan, “Kalian mendapatkan tempat bermalam sekaligus makan malam.” (HR. Muslim no. 5230)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah :

“Maka sepatutnya bagi seorang hamba untuk tegar,sabar,dan selalu konsisten beramal dengan dzikir dan sholat.Jangan terlena.Karena dengan konsisten , akan dijauhkan dari perangkap setan.” (Majmu Fatawa juz 22/608)

Hikmah Gangguan Jin Kepada  Mukminin

Berkata Syaikh Muhammad Al Imam hafidzahullah:

“Allah ta’ala memiliki hikmah yang besar kaenapa harus ada gangguan setan terhadap kaum mukminin. Diantara hikmah itu ialah :

1. Diujinya kaum mukminin adalah untuk menunjukkan sisi kejelekan dan sisi kebaikan.

Allah Ta’ala berfirman :

مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ [٣:١٧٩]

“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.” (QS. Ali Imran: 179)

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah Ta’ala :

“ Maka jelas bahwa sesungguhnya sebagian hikmah daripada penciptaan musuh Allah ini adalah mengeluarkan penyusupan jiwa yang jelek,yang tersamar keadaan dirinya dan kejelekannya. Maka dengan ujian ini,jadilah ia nampak.Yang demikian ini seperti keluarnya percikan api disebabkan dengan meniup az zinad(semacam corong untuk meniup)…….”

2.Untuk menyempurnakan tahapan tahapan penghambaan kepada Allah, yang mana para nabi dan rasul berdakwah dengannya,dan pengikutnya yang berpegang teguh terhadap petunjuk yang mereka bawa.

Allah Ta’ala berfirman :

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.”  (QS. Ali Imran: 142)

Allah Ta’ala berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ [٩:١٦]

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. At taubah: 16).

Maka tidak lengkap tahapan penghambaan ini kecuali dengan menguji mereka dengan musuh musuh Allah ini. Musuh–musuh Allah ini akan mengganggu dan memerangi mereka yang istiqomah. Maka mereka harus bersabar dan berjihad melawan musuh–musuh Allah ini serta mengutamakan pahala di sisi Allah.Maka dengan kesabaran dan kesungguhan akan sempurnalah tahapan penghambaan kepada Allah ini.

3. Kebanyakan sesuatu itu tidaklah terlihat keutamaannya kecuali dengan dinampakkan lawannya.Maka tidak nampak keutamaan kebaikan di atas kejelekan kecuali memunculkan kejelekan yang masih tersembunyi. Ini mencakup menampakkan kejelekan sepeti setan–setan jin dan setan bangsa manusia.

4. Menampakkan tanda–tanda keagungan Allah ta’ala. Di antaranya adalah pertolongan Allah kepada wali–waliNya dan penghancuran musuh–musuhnya.Maka dengan ini Nampak kekuasaannya dengan hancurnya musuh–musuh itu dan tertolongnya wali–wali Allah ta’ala.

Masih banyak hikmah lain dari penciptaan iblis dan tentaranya,yang tidak mencukupi dari pembahasan kami ini.”-sekian dari Syaikh Al Imam-ed

(Inqadul Muslimin halaman 12)

Demikian pembahasan ini semoga bermanfaat.Insya Allah penulis akan menyambung dengan seri ke 2 berjudul “Sebab–Sebab Setan Leluasa Menggoda Kaum Muslimin”.

Nas’alullaha al afiyah wa as salamah min waswasati sayaathinil jin.

Wallahu a’lam bish showwab


Akhukum fillah,
Abu Mas'ud Abdurrahman Jarot

Tuesday, March 18, 2014
Posted by Unknown

38 Kesalahan dalam Mendidik Anak

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd menyebutkan bahwa terdapat 38 fenomena yang merupakan kesalahan yang dilakukan orangtua dalam mendidik anaknya, hal tersebut adalah sebagai berikut : 
  1. Membiasakan anak dengan sifat pengecut, penakut, keluh kesah, dan kepanikan.
  2. Mengajari mereka berbicara ngawur (bicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu), panjang lidah, dan bersikap lancang terhadap orang lain.
  3. Menumbuhkan ketumpulan berpikir dan sikap acuh, serta membiasakan mereka hidup mewah, glamor, dan hanya mau senang-senang.
  4. Terlalu royal kepada anak, dan memberikan segala yang ia minta.
Monday, March 17, 2014
Posted by Unknown

Berita Bestseller

Followers

Lembaga Pendidikan Syar'i SDIT Darul Arqom. Powered by Blogger.

Copyright © SDIT DARUL ARQOM Surabaya | Design Editor by Saiful Islam